<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="weebly" -->
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" >

<channel><title><![CDATA[Distributor Resmi GnE BioFirion - BioFir - Jelly Gamat Gold G - Spirulina - Artikel]]></title><link><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/artikel.html]]></link><description><![CDATA[Artikel]]></description><pubDate>Sat, 12 Nov 2011 05:40:10 -0800</pubDate><generator>Weebly</generator><item><title><![CDATA[Ekstrak Gamat Pembatal Operasi - Trubus 465 – Agustus 2008]]></title><link><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/ekstrak-gamat-pembatal-operasi-trubus-465-agustus-2008.html]]></link><comments><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/ekstrak-gamat-pembatal-operasi-trubus-465-agustus-2008.html#comments]]></comments><pubDate>Fri, 16 Oct 2009 08:58:23 -0800</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/ekstrak-gamat-pembatal-operasi-trubus-465-agustus-2008.html</guid><description><![CDATA[ [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div ><!--BLOG_SUMMARY_END--></div><span  style=" z-index: 10; position: relative; float: left; "><a><img src="http://www.biofirpusat.com/uploads/2/1/7/1/2171517/6614312.jpg?110x130" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 5px; border-width:1px;padding:3px;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><div style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -0px; margin-bottom: 0px; text-align: center;"></div></span><div  class="paragraph" style=" text-align: justify; display: block; "><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Maria Prihartini, Sembuhkan Kista dengan Teripang</span>.<br />Di ruang operasi sebuah rumah sakit di Jakarta Barat, Maria Prihartini meloncat kegirangan. &ldquo;Terima kasih, Tuhan,&rdquo; kata perempuan 29 tahun itu. Tindakan penyelamatan itu urung lantaran beberapa menit sebelum operasi dokter memindai perut Maria. Namun kista cokelat yang ia idap tak ditemukan. Dokter lain memindai ulang dengan alat mutakhir, hasilnya sama: tak ada kista.<br /><br />  Padahal malam sebelumnya pada awal tahun 2007, Maria berpuasa seperti saran dokter. Ia mengetahui mengidap kista berukuran 7 cm itu pada November 2006. Ketika itu Maria pingsan setelah berjam-jam menahan sakit di perut bagian bawah. Keluarga membawanya ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Kedoya Jakarta Barat. Pemeriksaan dengan ultrasonografi menunjukkan terdapat kista ovarium alias kista cokelat di rahim Maria.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Dua hari kemudian wanita kelahirin Surakarta itu mengalami dehidrasi berat. Itu lantaran ia tidak makan dan minum apa pun pascasiuman. Maklum, is memang kerap muntah usai makan dan minum. Kejadian itu berulang-ulang dalam 3 tahun terakhir, terutama ketika datang bulan. Maria menduga, itu gangguan biasa akibat menstruasi. &ldquo;Saya kira sakit biasa karena haid.&rdquo; ujarnya.<strong>Kista<br /><br /></strong></span><link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CACER53%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml">     Biang keladi di balik semua itu terungkap: kista ovarium. Kista merupakan rongga tertutup berisi cairan darah encer, kental, atau setengah padat berwarna cokelat yang dilapisi epitel alias jaringan set yang melapisi kulit atau selaput lendir. Kista cokelat ini bisa ditimbulkan oleh endometriosis, tumbuhnya jaringan endometrium di luar rahim sehingga disebut juga kista endometriosis. <strong>Menurut Dr Tagor Sidabutar, SpOG dari Rumah Sakit PGI Cikini, kista di kandungan berasal dari indung telur</strong>.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Kista ovarium membahayakan karena menyerang dan mendesak sel telur. Kista menekan indung telur sehingga nyeri luar biasa, persis yang dirasakan Maria. Lalu timbul perlengketan dan pergesekan di usus dan menimbulkan nyeri. Hingga kini penyebab kista belum diketahui &ldquo;Dugaan sementara, karena faktor genetik,&rdquo; kata dokter alumnus University of Paris, Perancis itu.</span><br /><br /><link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CACER53%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml">     Perempuan yang ibunya mengidap kista atau tumor, juga berpeluang mengidap kista. Meski bersifat genetis, gaya hidup memicu munculnya kista. Contoh, kebiasaan mengkonsumsi makanan mengandung hormon, radikal bebas, dan kolesterol -misal makanan cepat saji kaya hormon estrogen dan radikal bebas. Dampaknya, menurunkan antioksidan dalam tubuh schingga imunitas anjlok. Begitu juga dengan merokok yang menyebabkan perubahan genetik dalam sel.<br /><br />  <strong>Menurut dr Sidi Aritjahja, dokter dan herbalis di Yogyakarta, kista terjadi karena sumbatan dan peradangan. Akibat sumbatan kolesterol pada saluran tertentu. Sel-sel tumor tumbuh di tempat itu</strong>. Jika peradangan terjadi pada sel kelejnar akan menimbulkan seekresi berlebih. Sayangnya. gejala tidak tampak pada fisik seseorang. Oleh karena itu kista kerap ditemukan secara kebetulan lewat pemeriksaan ultrasonografi.<br /> Sebetulnya kista kelainan sel atau jaringan dapat ditemukan di berbagai bagian tubuh. terutama di organ reproduksi seperti indung telur, leher rahim, dan rahim. Menurut Sidi, dokter alumnus Universitas Gadjah Mada, kista adalah tumor kelenjar schingga namanya tergantung letak kelenjar. Bila tumor ada di ovarium disebut kista ovarium, di ketiak: kista axial, di payudara: kista mame.<br /><br />  <strong>Teripang</strong><br /><br />  Untuk mengobati tumor cokelat itu. dokter menyarankan Maria melakukan operasi pembuangan kista. Sebab, kista membahavakan keselamatannya. la menolak saran itu dan lebih memilih mengkonsumsi obat-obatan untuk solusi penyembuhan.<br /><br />  Obat resep dokter ia habiskan dalam 3 bulan, tetapi belum ada tanda-tanda kesembuhan. Pada Februari 2007, pendirian Maria mulai goyah karena tidak tahan dengan rasa nyeri dan sakit ketika menstruasi.<br /> Ia memutuskan untuk dioperasi sesuai saran dokter terdahulu. la menceritakan keputusan itu kepada bibinya, Sri Lestari. Ketika itu sang bibi mcmberikan sebotol ekstrak teripang plus spirulina. Sejak saat itu perempuan kelahiran Surakarta 5 juli 1979 itu rutin mengkonsumsi 2 sendok makan ekstrak teripang dan 10 butir tablet spirulina. Frekuensinya 2 kali sehari.<br /><br />  Nah, pada awal Maret ketika hendak operasi itulah dokter memindai perut Maria. Kista ovarium 7 cm itu menghilang. Maria pun sembuh. Menurut Tagor, dalam dunia medis, mekanisme pengobatan kista dengan membangkitkan antitumor lebih dominan. Itu berarti sejalan dengan risct Tong Y dari Divisi Farmakologi Antitumor, Institute Materia Medika Shanghai, yang meneliti efek antitumor pads teripang. Kandungan saponin satwa laut itu mampu mencegah pembentukan pembuluh darah mikro baru atau angiogenesis pada sel tumor.<br /><br />  <strong>Sel tumor mati</strong><br /><br />  Saponin pada teripang disebut filinopsida A. Penyuntikan 2-10 mikroliter filinopsida A pada aorta tikus menyebabkan sel tumor tidak mendapat pasokan nutrisi sehingga urung berkembang dan mati. Riser Jaime Rodriguez memperkuat fakta itu. Periset Universidad de Santiago de Compostela Spanyol itu membuktikan teripang mengatasi tumor lantaran kan&not;dungan glikosidanya.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Ia menguji khasiat teripang terhadap penumpasan sel kanker limpa P-388, A-549 (kanker paru-paru), HeLa (tumor rahim). dan B-18-Fl (melanoma). Untuk mengetahui senyawa aktif yang berpengaruh, Jamie mengekstrak 300 teripang dalam metanol. Setelah kering tersisa 79 gram bubuk ekstrak teripang. la memasukkannya ke kromatografi dan memperoleh 0,93 g glikosida. Glikosida senyawa alami bersifat antitumor dan antikanker.</span><br /></div><hr  style=" width: 100%; visibility: hidden; clear: both; "></hr><div  class="paragraph" style=" text-align: justify; ">Setelah dimasukkan ke alat rekroma&not;tografi DCCC, terlihat kandungan glikosida berupa 40 mg holothurinosideA, 9 mg holothurinoside B, 15 mg holothurinoside C. 10 mg holothurinoside D. dan 20 mg des&not;holothurin A. Kelima senyawa itulah yang terbukti efektif menggempur segala tumor. Kandungan asam amino teripang juga memperkuat kekebalan tubuh schingga ketahanan terhadap penyakit meningkat.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">(Ari Chaidir)</span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Teripang sang Penumpas Kista - TRUBUS 447 – Februari 2007]]></title><link><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/teripang-sang-penumpas-kista-trubus-447-februari-2007.html]]></link><comments><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/teripang-sang-penumpas-kista-trubus-447-februari-2007.html#comments]]></comments><pubDate>Fri, 16 Oct 2009 08:50:01 -0800</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/teripang-sang-penumpas-kista-trubus-447-februari-2007.html</guid><description><![CDATA[Rosadiah tak habis pikir, keinginannya menambah anak justru berujung penderitaan. Kista, kini berada dalam rahimnya. Entah bagaimana daging itu bisa bertandang di tubuh wanita berusia 31 tahun itu. Apalagi pertumbuhan penyebab kanker itu cukup pesat, enam sentimeter dalam satu bulan. &ldquo;Jika berbulan-bulan pasti membesar,&rdquo; kata Diah.  Kenangan pahit itu bermula pada medio 2006. Ketik [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div ><!--BLOG_SUMMARY_END--></div><div  class="paragraph" style=" text-align: justify; ">Rosadiah tak habis pikir, keinginannya menambah anak justru berujung penderitaan. Kista, kini berada dalam rahimnya. Entah bagaimana daging itu bisa bertandang di tubuh wanita berusia 31 tahun itu. Apalagi pertumbuhan penyebab kanker itu cukup pesat, enam sentimeter dalam satu bulan. &ldquo;Jika berbulan-bulan pasti membesar,&rdquo; kata Diah.<br /><br />  Kenangan pahit itu bermula pada medio 2006. Ketika itu Diah dan suami, Cahyo, sepakat menambah keturunan setelah Angela -anak pertamanya- tumbuh semakin besar dan ingin memiliki seorang adik. Setelah berkonsultasi dengan ahli ginekologi dan obstetri, Diah diharuskan mengkonsumsi obat penyubur rahim untuk mempercepat kehamilan. Obat itu diminum satu tablet sehari. Betapa girangnya Diah, ketika siklus menstruasi yang seharusnya datang sebulan kemudian, tak juga kunjung tiba. Ia berhati-hati menjaga perut dari benturan apa pun.<br /><br />  Namun, kenyataan berkata lain.Tiga hari setelah siklus menstruasi lewat, Diah jatuh dari tempat tidur. Flek kecoklatan mengalir dari rahimnya. Takut terjadi hal yang tak diinginkan, ia langsung berkonsultasi ke ahli medis. Urine diperiksa untuk mengetes kehamilan. &ldquo;Hasilnya negatif&rdquo;, kata wanita kelahiran 4 Januari 1975 itu.<br /><br />  <strong>Kista</strong><br /><br />  Diah yakin hari-hari sebelumnya janin pernah tumbuh di perut. Tak mau ada daging tertinggal, Diah menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG). Layar monitor menunjukkan ada gumpalan berukuran 6 cm di dalam tuba fallopinya. Ketika ahli medis memijat bagian tengah perut. Diah merasa nyeri tak tertahankan. Pun ketika tangan dokter menyentuh bulatan sebesar ibu jari di dalam rahim. Hal itu meyakinkan dalam tubuh Diah bersarang kista.<br /><br />  Kista merupakan rongga tertutup berisi cairan encer, kental, atau setengah padat yang dilapisi epitel. Sebetulnya kista kelainan yang dapat ditemukan di berbagai bagian tubuh, terutama di organ reproduksi seperti indung telur, leher rahim, dan rahim. Menurut dr Sidi Aritjahja herbalis di Yogyakarta, kista adalah tumor kelenjar sehingga namanya tergantung letak kelenjar. Bila tumor ada di ovarium disebut kista ovarium; di ketiak, kista axial: di payudara, kista mame.<br /><br />  Dr Tagor Sidabutar. SpOG dari Rumah Sakit PGI Cikini, menuturkan, kista di kandungan berasal dari indung telur. Kista ovarium membahayakan karena menyerang dan mendesak sel telur. Kista menekan indung telur sehingga nyeri. Lalu timbul perlengketan dan pergesekan di usus dan menimbulkan nyeri.<br /><br />  Hingga kini penyebab kista belum diketahui. &lsquo;&rdquo;Dugaan sementara, karena faktor genetik. Bila orangtuanya ada kista atau tumor, kernungkinan ia terserang kista,&rdquo; kata dokter alumnus University of Paris, Perancis itu. Makanan mengandung hormon dan kolsterol -makanan cepat saji kaya hormon estrogen- juga memicu kista endometriosis. Begitu pula kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mcngandung radikal bebas. Dampaknya, menurunkan antioksidan dalam tubuh sehingga imunitas berkurang.<br /><br />  Pola hidup juga memicu kista. Contohnya, merokok menyebabkan perubahan genetik dalam sel. Menurut Sidi, kista terjadi karena sumbatan dan peradangan. Akibat sumbatan kolesterol pada saluran tertentu, sel-sel tumor tumbuh di tempat itu. Jika karena peradangan pada sel kelenjar terjadi sekresi berlebih. Sayangnya, gejala tidak tampak pada fisik seseorang. Oleh karena itu kista kerap ditemukan secara kebetulan lewat pemeriksaan USG.<br /><br />  <strong>Gamat</strong><br /><br />  Yang diderita Rosadiah adalah kista ovarium. Sejak muncul kepastian itu ia diharuskan meminum 2 tablet antibiotik setup hari. lika tablet itu tidak memperkecil kista. mau tak mau operasi pengangkatan tumor harus dilakukan sebelum menyebar menjadi kanker rahim.<br /><br />  Sang suami yang ikut merasakan penderitian langsung menceritakan kepada ibunya, Theresia Suyatmin perihal penyakit istri. Wanita kelahiran 55 tahun silam itu langsung teringat artikel Trubus tentang teripang yang menjinakkan tumor. Theresia langsung meminta Cahyo datang mengambil herbal itu ke rumahnya. &ldquo;Saya lebih suka menggunakan herbal dibandingkan obat-obatan kimia,&rdquo; ujar Theresia. Sebab, obat kimia cenderung berefek samping merugikan.<br /><br />  Awalnya Cahyo tak setuju istrinya. menenggak herbal. Maklum efektivitas pernyembuhan penyakit dengan herbal masih meragukan farmakolog di sebuah perusahaan farmasi itu. Lantaran ibunya yang menyodorkan, mau tak mau gamat -sebutan teripang di Malaysia- menjadi jalan menuju kesembuhan. Apalagi Diah sangat takut menghadapi peralatan medis di ruang operasi. Gamat pun rutin diminum dan antibiotik dicampakkan Dosisnya 2 sendok makan per hari.<br /><br />  Efek gamat mulai terasa sebulan kemudian. Saat siklus haid datang, mata Diah tak berkunang-kunang atau mual dan nyeri seperti biasanya. Bahkan. ia tahu &ldquo;si tamu bulanan&rdquo; sudah datang. Janji dengan dokter kandungan ditepatinya pada hari kedua haid. Perneriksaan dokter diawali dengan memijat perut Diah. &ldquo;Tak terasa apa-apa, sakitnya sudah hilang,&rdquo; kata Diah saat itu.<br /><br />  Lantas dokter memeriksa langsung menggunakan tangan. Ahli medis itu terkejut, kista sudah pecah sehingga tidak lagi diperolehnya. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan tumor di rahim tinggal 2 cm. Hal itu menggembirakan ibu satu anak itu. Sebab. Diah tak perlu melakukan operasi pengangkatan. Sang dokter pun menyarankan melanjutkan konsunisi teripang untuk menuntaskan kista.<br /><br />  <strong>Glikosida</strong><br /><br />  <strong>Keampuhan gamat mengusir tumor dibuktikan oleh Jaime Rodriguez dari F</strong><em><strong>acultad de Quimica. Universidad de Santiago de Compostela</strong></em><strong>, Spanyol</strong>. Periset itu menguji khasiat teripang terhadap penumpasan sel kanker limpa P-388. A-549 (kanker paru-paru). HeLa (tumor rahim), dan B-18-Fl (melanoma).<br /><br />  Untuk mengetahui senyawa aktif yang berpengaruh, Jamie mengekstrak 300 teripang dalam metanol. Sehabis dikeringkan tersisa 79 ekstrak teripang bubuk. Ekstrak itu kemudian dimasukkan ke alat kromatografi. Diperolehlah 0.93 g glikosida. Glikosida merupakan senyawa alami yang terdapat dalam tumbuhan bersifat antitumor dan antikanker.<br /><br />  Setelah dimasukkan ke alat rekromatografi DCCC, terlihat kandungan glikosida berupa 40 mg holothurinoside A ; 9 mg&nbsp; holothurinoside B ;15 mg holothurinoside C ; 10 mg&nbsp; holothurinoside D, dan 20 mg des-holothurin A. Kelima senyawa itulah yang terbukti efektif menggempur segala tumor.<br /><br />  T<strong>ong Y dari </strong><em><strong>Divisi Farmakologi Antitumor, Shanghai Institute of Materia Medica, Chinese Academy of Sciences, Shanghai<strong><span style="font-style: normal;">, China</span></strong><strong><span style="font-style: normal;">, menemukan senyawa antitumor lain yang disebut filinopsida A yang mencegah pembentukan pembuluh darah mikro baru atau angiogenesis pada set tumor.</span></strong></strong></em> Penyuntikkan 2-10 mikroliter filinopsida A pada aorta tikus menyebakan set tumor tidak mendapat pasokan nutrisi sehingga urung berkembang dan mati.<br /><br />  Itulah yang terjadi pada Diah. Kista di rahininya semakin menciut lantaran tak mendapatkan makanan. Selain glikosida dan saponin, kandungan asam amino teripang yang lengkap juga memperkuat kekebalan tubuh schingga ketahanan terhadap penyakit seperti kanker dan tumor kian meningkat.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">(Vina Fitriani).</span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Pemutus Empat Operasi - TRUBUS 446 / Januari 2007]]></title><link><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/pemutus-empat-operasi-trubus-446-januari-2007.html]]></link><comments><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/pemutus-empat-operasi-trubus-446-januari-2007.html#comments]]></comments><pubDate>Fri, 16 Oct 2009 08:47:01 -0800</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/pemutus-empat-operasi-trubus-446-januari-2007.html</guid><description><![CDATA[Sylvia, bebas derita sakit gigi [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div ><!--BLOG_SUMMARY_END--></div><span  style=" float: left; position: relative; z-index: 10; "><a><img src="http://www.biofirpusat.com/uploads/2/1/7/1/2171517/853793.jpg?120x150" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; border-width:1px;padding:3px;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><div style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -0px; margin-bottom: 0px; text-align: center;">Sylvia, bebas derita sakit gigi</div></span><div  class="paragraph" style=" text-align: justify; display: block; ">Betapa girangnya hati Sylvia ketika Ryan menyodorkan kacang bali. Kelenjar salifanya mulai terangsang untuk mencicipi gurihnya penganan khas Bali. Sayang, kebahagiaan Sylvia sesaat. Ketika mengunyah, tambalan gigi geraham kanan direktur sebuah perusahaan pembiayaan itu terlepas lantaran tekstur kacang terlampau keras. Padahal 15 tahun lamanya tambalan awet.<br /><br />  Kesokan paginya Sylvia ke dokter gigi di bilangan Jakarta Selatan. Itulah awal episode dalam kehidupan sang direktur: dalam 3 bulan, 4 kali operasi demi urusan gigi. Hari itu masalah gigi teratasi. Namun, 3 hari berselang tambal gigi kembali terlepas. Lantaran tak kunjung berhasil, ia membiarkan lubang gigi menganga dan digunakan mengunyah makanan. Toh, ia tak merasa sakit sedikit pun.<br /><br />  Empat bulan berselang Sylvia kembali menambal gigi. Setelah itu gusinya bengkak. Dokter gigi mendiagnosis gusi Sylvia bermasalah. Untuk mengatasinya, ahli medis itu menawarkan operasi. lbu dari situ putri itu manut. Pada medio Agustus 2006, wanita kelahiran Jakarta itu menjalani operasi gusi. Gigi geraham kanan yang bolong dicabut.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Tiga hari kemudian gusinya bengkak lagi. Pipi kanan membesar. &ldquo;Bila bertemu klien, saya tutupi dengan saputangan,&rdquo; ujar perempuan 50 tahun itu. Tersentuh jari pun, gusinya sakit bukan kepalang. Rongga mulut sulit digerakkan. Makan menjadi aktivitas yang menyiksa baginya. Sudah begitu. ia sulit memejamkan mata akibat pening di kepala kanan. Lengkap sudah penderitaan Sylvia: makan tak enak, tidur tak nyenyak. Sylvia akhirnya menjalani rontgen seluruh permukaan mulut dan gigi.<br /><br /></span><link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CACER53%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml">     Dokter mengatakan permasalahan pada tulang gigi, bukan gusi. Untuk mengatasinya Sylvia mesti menjalani operasi pembukaan gusi di depan gigi yang terakhir dicabut. Ketimbangn menerma kesalahan lain dan tak kunjung sembuh, ia memilih berkonsultasi dengan dokter lain.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Ternyata dokter kedua yang ditandangi pun menyarankan operasi pembukaan gusi. Sylvia pasrah. Saat mulutnya dibuka, bor kecil melubangi giginya. Dalam biusan lokal, Sylvia masih bisa merasa linu akibat bunyi kerukan gigi yang ditimbulkan. &ldquo;Tulang saya seperti dikorek,&rdquo; kata Sylvia. Saat itu dokter membersihkan saraf pada tulang gigi agar bakteri yang terkandung hilang. Operasi rampung dalam 3,5 jam. termasuk menutup gusi dengan 7 jahitan.<br /><br /></span><link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CACER53%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml">     <strong>Dibor</strong><br /><br />  Dokter mengatakan permasalahan pada tulang gigi, bukan gusi. Untuk mengatasinya Sylvia mesti menjalani operasi pembukaan gusi di depan gigi yang terakhir dicabut. Ketimbangn menerma kesalahan lain dan tak kunjung sembuh, ia memilih berkonsultasi dengan dokter lain.<br /><br />  Ternyata dokter kedua yang ditandangi pun menyarankan operasi pembukaan gusi. Sylvia pasrah. Saat mulutnya dibuka, bor kecil melubangi giginya. Dalam biusan lokal, Sylvia masih bisa merasa linu akibat bunyi kerukan gigi yang ditimbulkan. &ldquo;Tulang saya seperti dikorek,&rdquo; kata Sylvia. Saat itu dokter membersihkan saraf pada tulang gigi agar bakteri yang terkandung hilang. Operasi rampung dalam 3,5 jam. termasuk menutup gusi dengan 7 jahitan.<br /><br />  Sylvia mengkonsumsi antibiotik setiap hari sampai 7 hari. Dua pekan bersclang ketika jahitan akan dibuka gusinya masih basah, lembek, dan ngilu. Dosis antibiotik pun dinaikkan menjadi 2 butir sehari dari sebelumnya 1 butir sehari. Namun kejadian tragis menimpanya. Baru tiga hari mengkonsumsi obat-obatan kimia itu, urat nadi sebesar kelingking menjalar di leher, tepat di bawah gusi yang dijahit.<br /><br />  Karuan saja gejala itu mengkhawatirkan Sylvia. Itulah sebabnya ia kembali lagi ke dokter gigi. Menurut dokter, jahitan gusi tidak rapat schingga bakteri mudah masuk ke saraf gigi. Urat biru pertanda bakteri Streptococcus faecalis mcouju jantung. efeknya katup jantung rusak.<br /><br />  Gigi berlubang, mendorong bakteri masuk pembuluh darah<br /><br />  Mikroorganisme itu mengikuti pembuluh darah yang beredar menuju jantung. Untunglah, konsumsi antibiotik membuat kuman-kuman itu tertahan di leher. &ldquo;Saya baru tahu jika lubang di gigi bisa menyebabkan penvakit jantung dan stroke,&rdquo; katanya. Untuk mengatasi urat biru itu, Sylvia kembah ke ruang operasi menjalani pembongkaran gusi.<br /><br />  <strong>Gamat</strong><br /><br />  Kakaknya, Cynthia, iba melihat penderitaan Sylvia. la menyodorkan jelly berbahan teripang sebagai pengganti antibiotik.Sylvia&nbsp;&nbsp;&nbsp; yang enggan mengkonsumsi obat-obatan kimia menerima tawaran itu. &ldquo;Saya khawatir efek antibiotik,&rdquo; kata Sylvia. Baginya, tak masalah mencoba sesuatu yang baru. apalagi berbahan alami. Gamat -sebutan teripang di Malaysia- dikonsumsi 4 kali sehari masing-masing satu sendok makan. Ia mencampurkannya dengan jus alpukat atau jus tomat.<br /><br />  Setelah 3 hari mengkonsumsi, ia sudah lancar mengunyah makanan. Mulut kaku hilang. Rasa pening akibat bengkak gusi pun tak lagi memberatkan kepalanya. Jahitan di bawah gusinya pun kering schingga tak nyeri. Dokter yang memeriksanya terheran-heran. Sebab, kali ini pengeringan jahitan berlangsung cepat.<br /><br />  Menurut drg Ratna Nuryani, dokter spesialis gigi di Klinik Pusdiklat Kejaksaan Agung, Ragunan, Jakarta Selatan, karies atau gigi berlubang mengundang bakteri. Akibatnya terjadi infeksi di akar gigi maupun di jaringan penyangga gigi. Lebih dari 350 bakteri dan mikroorganisme yang terlibat. Olch karma itu jika gigi berlubang tak segera ditangani, gigi makin rusak. Bakteri yang masuk melalui ludah maupun udara menyebabkan infeksi. Setelah mencapai ujung akar gigi, bakteri berjalan lewat pembuluh darah. dan bisa menyebabkan segala penyakit antara lain penyakit jantung dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).<br /><br />  <strong>Keampuhan teripang menumpas bakteri telah dibuktikan oleh Prof Ridzwan Hashim dari Universitas Kebangsaan Malaysia</strong>. la menemukan bukti sahih, teripang Holothuria atra, H. scabra. dan Bohadshia argus berefek antibakteri. Bakteri yang berhasil ditumpas antara lain :<br />  <ul><li style="">Streptococcus faecalis      penyebab pembengkakan lapisan dalam jantung,</li><li style="">S. viridans perusak katup      jantung,</li><li style="">S. pneunioniae (radang      paru-paru dan sinusitis akut).</li><li style="">Staphylococcus aereus      (meningitis). dan</li><li style="">Proteus mirabilis      (penginfeksi luka).</li></ul>  Semua makhluk super liliput itu masuk ke tubuh manuusia bisa melalui mulut maupun saluran pernapasan.<br /><br />  <strong>Klinis</strong><br /><br />  Uji klinis efektivitas pasta gigi berbahan teripang dilakukan oleh Hassan Jakob. dosen Universitas Malaya,  Malaysia. Pengujiannya melibatkan 28 orang dengan gigi kronis yang memiliki gusi bengkak dan jaringan pendukung giginya rusak. Selama 3 bulan, 14 orang menyikat gigi dengan pasta gigi berbahan teripang, sisanya menggunakan plasebo. Parameter yang dihitung antara lain indeks plak, indeks perbesaran gusi, pengeluaran darah dari gusi, dan indeks perbesaran lubang.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Hasilnya, secara signifikan penggunaan pasta gigi berbahan teripang mampu menurunkan semua parameter akibat penyakit gigi. Karma itu, pasta gigi berbahan teripang dianjurkan bagi orang yang perlu perawatan gigi.<br /> Sedangkan teripang mampu menutup luka bekas jahitan disebabkan mengandung faktor penumbuh sel. &ldquo;Protein yang terkandung pada teripang menyebabkan luka basah maupun kering cepat menutup,&rdquo; kata drg Ratna Nuryani.</span><br /></div><hr  style=" clear: both; visibility: hidden; width: 100%; "></hr><div  class="paragraph" style=" text-align: justify; ">Itu sebabnya luka di gusi Sylvia cepat menutup, hanya 3 hari. Sedangkan antibiotik membutuhkan waktu lebih dari 7 hari untuk mengeringkan lukanya. Kini Sylvia terbebas dari derita sakit gigi yang membuatnya susah makan dan tidur.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">(Vina Fitriani).</span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Sembuh dari Derita Radang Sendi]]></title><link><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/sembuh-dari-derita-radang-sendi.html]]></link><comments><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/sembuh-dari-derita-radang-sendi.html#comments]]></comments><pubDate>Fri, 16 Oct 2009 08:34:16 -0800</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/sembuh-dari-derita-radang-sendi.html</guid><description><![CDATA[ [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div ><!--BLOG_SUMMARY_END--></div><span  style=" z-index: 10; position: relative; float: left; "><a><img src="http://www.biofirpusat.com/uploads/2/1/7/1/2171517/5200527.jpg" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 5px; border-width:1px;padding:3px;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><div style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -0px; margin-bottom: 0px; text-align: center;"></div></span><div  class="paragraph" style=" text-align: justify; display: block; "><strong><span style="font-size: 12pt;">TRUBUS 439, Juni 2006</span></strong><br />Dua belas tahun ia hidup di atas kursi roda. Osteoartritis alias radang sendi bagai memenjarakannya. Akibat penyakit itu,Wihardja Zain &ndash;begitu nama pria itu &ndash; tak mampu lagi berjalan. Jari tangan dan jari kaki membengkok dan dari sela-sela keluar cairan putih lengket seperti cat. Untuk mengurangi kejenuhan, ia lebih banyak membaca buku dalam rumah di Gegerkalong, kota Bandung.<br /><br />  Penyakit itu menyambangi Wihardia setelah kaki kanannya terkilir. la tak menduga kecelakaan itu berdampak dahsyat bagi tubuhnya. Ahli refleksiologi di Bandung yang didatangi menolak mengobati, lantaran jika direfleksi malah berdampak buruk. Anak ke-6 dari 10 bersaudara itu disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.<br /><br />  Tak ada pilihan baginya selain memenuhi saran itu. Alangkah kagetnya Wihardja saat divonis dokter mengidap radang sendi kronis. Ia memang merasakan seluruh tubuhnya nyeri dibarengi demam tinggi. Alumnus Sekolah Tinggi Theologi Jakarta itu terpaksa menjalani rawat inap di sebuah rumah sakit di Jakarta. Asupan obat-obatan dari dokter bisa meredakan sendinya yang kaku dan linu saat kambuh. Namun, beberapa jam kemudian nyeri menusuk tulang kembali datang. Pada kondisi seperti itu, meronta pun tak dapat dilakukan<br /><br />  <strong>Kondisi memburuk</strong><br /><br />  Selama 4 hari di rumah sakit. Wihardja tidak merasakan kesehatannya membaik. Oleh karena itu, ia memilih melakukan pengobatan di rumah. Obat-obatan rematik dibelinya di apotek meski tanpa resep dokter. &ldquo;Dosisnya terserah saya,&rdquo; katanya. Jika dosis sehari 3 kali satu sendok makan tak mampu mengubah kondisinya. ia menaikkan menjadi dua kali lipat. la pernah menenggak dosis hingga 3 kali lipat ketika rasa nyeri akibat radang tak kuat dibendung. Asupan obat-obatan kimia itu berlangsung hingga 14 tahun.<br /><br />  Pada usia 46 lahun, dampak konsumsi obat kimia mulai tampak. Ginjal dan jantungnya tak mampu memfilter zat toksik dalam darah. Stroke dan rematik pun scgcra hinggap di tubuhnya sehingga is kembali dirawat di rumah sakit. Kali ini, dalam 2 hari mendapat perawatan dokter, kondisi kesehatan Wihardja membaik.<br /> Bicaranya yang semula agak&nbsp;&nbsp; &nbsp;pelo mulai normal. Meski ayah satu anak itu tidak bisa beraktivitas dan hanya berbaring di tempat tidur lantaran tidak bertenaga.<br /><br />  Setahun di pembaringan menunggu&nbsp; kesembuhan. justru berdampak buruk bagi Wihardja. Organ-organ tubuhnya melemah, semakin sulit digerakkan. Satu per satu jari-jari tangan tak berfungsi. Awalnya ibu jari kaki kanan bengkok dan tak bisa dikembalikan ke posisi semula. berikutnya tulang beberapa jemarinya mencair bersama darah dan membentuk tonjolan daging mirip bisul. Lama &not;kelamaan, bengkak itu menghitam lantas mengeluarkan cairan putih susu dan lengket seperti cat.<br /><br />  <strong>Berkat gamat</strong><br /><br />  Putus asa dengan obat -obatan kimia, Wihardja mencoba beralih ke obat-obatan herbal. Ia memanfaatkan antara lain sambiloto, mahkotadewa, dan daun murbay. Sayang, harapan kesembuhan bagai fatarmorgana. Di tengah kegalauan itu, Sudarti, istri Wihardja membaca artikel Trubus mengenai keampuhan gamat&nbsp; sebutan teripang di Malaysia- pada pengidap lupus sendi. Berharap terbebas dari derita sakit sendi, Wihardja menerima tawaran sang istri untuk minum gamat. Cairan bening agak kental itu diminum 3 kali sehari masing-masing 1 sendok makan.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Aneh luar biasa. &ldquo;Baru satu sendok diminum, tangannya sudah bisa bergerak,&rdquo; kata Sudarti. Padahal sudah 5 minggu jari jemari Wihardia tak bisa digerakkan. Tanda-tanda kesembuhan semakin tampak. Seminggu mengkonsumsi gamat, kakinya dapat dipijakkan di lantai. walau masih duduk di kursi roda. Kondisi Wihardja benar-benar pulih setelah rutin minum gamat selama 2 bulan. Kini pria murah senyum itu sudah bisa melakukan aktivitasnya mengetik sebagai penulis buku.<br /><br /></span><link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CACER53%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml">     <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&ldquo;Itu karena gamat tinggi kandungan kondroitin sulfat dan glukosamin,&rdquo; kata Walter K.M.Yee, ahli nutrisi dari Malaysia. Kondroitin sulfat memacu pertumbuhan tulang baru, memperbaiki dan merawat tulang normal. Sedangkan glukosaminoglikan merupakan zat antithrombogenik pelancar peredaran darah yang menggumpal.<br /> Pada 1992. studi klinis di Universitas  Queensland, Australia, mengungkap gamat mengandung zat pembangun jaringan persendian yang rusak serta antipembengkakan. Sebab glukosamin dan kondroitin jumlahnya sedlikit pada pengidap radang sendi. Selain itu, gamat sumber utama vitamin A, B1, B2, B3, dan C, kalsium, besi, magnesium, dan seng yang berperan meregenerasi sel tubuh rusak dan penghadang gempuran penyakit.</span><br /><br /><link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CACER53%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml">     Menurut Edward H. Yelin PhD dari Medicine and Health Policy, University  of California San Fransisco, osteoartritis disebabkan proses produksi, perawatan dan perbaikan tulang rawan di dalam sel terganggu. Tulang rawan merupakan lapisan penutup tulang pada persendian. la berisi kondrosit penghasil protein kondroitin sulfat dan keratin sulfat.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Jumlah protein kondroitin berkurang bila produksi kondrosit terhambat. Itu terjadi bila secara terus menerus asupan gizi makanan kurang, salah gerakan saat berolahraga, dan kecelakaan. Akibatnya tendon, ligamen, dan urat pada sendi menyatu sehingga persendian kaku dan linu.</span><br /><br /><link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CACER53%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml">     Lama-kelamaan tulang rawan tak berfungsi, retak, dan timbul pengapuran. Itu terjadi di tulang leher, punggung, dan seluruh persendian. Penderita mengalami hilang keseimbangan dan sulit berjalan. Jika dibiarkan sampai bertahun-tahun, sendi melebar dan terrjadi kontraksi otot karena sel responsif berlebihan memproduksi leukotrien dan sitokina. Kedua zat itu berperan sebagai komponen pembengkakan. Gejalanya diawali kulit memerah dan menbengkak dan serta suhu tubuh meningkat.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Penyembuhan radang sendi biasanya menggunakan obat kimia berkarakterstik nonsteroid serta antipembengkakan yang disebut NSAIDs. Namun penelitian P.M Brooks, SR Potter. dan Buchanan pada 1980 yang dikutip Journal Rheutatol 9 mengungkap obat obatan seperti ibuprofen, piroxicam, diclonac, fernoprofen hanya meredam rasa sakit dalam jangka pendek. Sementara efek sampingnya cukup banyak seperti nyeri lambung dan pencernaan, bisul, sakit kepala, dan memacu perusakan sendi.</span><br /></div><hr  style=" visibility: hidden; clear: both; width: 100%; "></hr><div  class="paragraph" style=" text-align: justify; ">Wajarlah jika hasil penelitian gamat oleh Dr Mittchell Kurk, direcktur medis Biomedical Revitalization Center of Lawrence, New York disosialisasikan. Temuan Kurk menunjukkan gamat dapat meningkatkan kesehatan fisik bagi 70% pengidap radang sendi dan tanpa efek samping. Tak heran, Departemen Kesehatan Australia dan Selandia Baru telah mengizinkan pengobatan radang sendi dengan gamat.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">(Nina Fitriani)</span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[drg. Suyatno Sutopo, diabetes mellitus terkontrol berkat teripang / gamat]]></title><link><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/drg-suyatno-sutopo-diabetes-mellitus-terkontrol-berkat-teripang-gamat.html]]></link><comments><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/drg-suyatno-sutopo-diabetes-mellitus-terkontrol-berkat-teripang-gamat.html#comments]]></comments><pubDate>Fri, 16 Oct 2009 08:21:55 -0800</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/drg-suyatno-sutopo-diabetes-mellitus-terkontrol-berkat-teripang-gamat.html</guid><description><![CDATA[ [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div ><!--BLOG_SUMMARY_END--></div><span  style=" z-index: 10; position: relative; float: left; "><a><img src="http://www.biofirpusat.com/uploads/2/1/7/1/2171517/2602673.jpg?125x133" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 5px; border-width:1px;padding:3px;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><div style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -0px; margin-bottom: 0px; text-align: center;"></div></span><div  class="paragraph" style=" text-align: justify; display: block; "><strong><span style="font-size: 12pt;">Trubus 468 &ndash; November 2008</span></strong><br />Tiket pesawat ke Jakarta sudah di tangan drg. Suyatno Sutopo. Menjelang berangkat, tiba-tiba napasnya terengah-engah. Dokter gigi itu bersandar lemah di tepi tempat tidur. &ldquo;Ini serangan jantung, harus segera dibawa ke rumah sakit,&rdquo; tutur Sutandyo, kakak ipar Suyatno, yang juga dokter.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Dini hari itu Sutandyo bergegas membawa drg. Suyatno ke Semarang. Sepanjang perjalanan Suyatno sulit bernapas. Dokter yang memeriksanya mendiagnosis Suyatno menderita infark. Infark adalah matinya otot jantung akibat tersumbatnya pembuluh darah koroner yang memasok darah ke otot jantung. Selain memvonis infark, dokter juga menemukan kadar gula darah yang tinggi: 400 mg/dl, kadar normal, 90-120 mg/dl.<br /><br /></span><link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CACER53%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml">     <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Penyakit yang disebut&nbsp;&nbsp;&nbsp; pertama, akhirnya sembuh setelah Suyatno dirawat selama 10 hari. Sayang, kadar gula yang menjulang itu tak kunjung turun. la positif mengidap diabetes mellitus. Itulah sebabnya ia mengkonsumsi obat penurun kadar gula darah seperti glibenklamide, amaryl, dan lactibet. Namun, kadar gula darahnya tak kunjung normal. Malahan kondisi kesehatan tubuh Topo -panggilan akrab Suyatno- kerap anjlok.</span><br /><br /><link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CACER53%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml">     <strong>Keracunan Keton</strong><br /><br />  Suyatno kerap letih dan mudah haus. Padahal, aktifitas sebagai dokter praktek dan dosen di sebuah universitas swasta sangat padat. Alhasil Topo pun kerap absen mengajar dan berpraktek. Meski disiplin mengkonsumsi obat, tetapi kadar gula darahnya tetap tinggi. Oleh karena itu alumnus Fakultas Kedoktcran Gigi Universitas Trisakti itu memutuskan berhenti bekerja sebagai dosen. Dengan istirahat cukup ia berrharap cepat sembuh.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Harapan itu sulit terwujud. la justru berkali-kali menginap di rumah sakit akibat kadar gula yang melambung. Pada Februari 2006, misalnya, ia muntah-muntah akibat kekurangan kalium sehingga kadar gula darahnya melonjak. Itu akibat produksi insulin diabetesi -penderita diabetes mellitus- amat rendah. Kalium bermanfaat meningkatkan kepekaan insulin, sehingga proses pengurasan gula dalam darah berlangsung efektif.</span><br /><br /><link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CACER53%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml">     Teripang / Gamat mengandung kolagen yang berperan meregenerasi sel<br /><br />  Akibat minimnya insulin, gula darah tidak digunakan untuk menghasilkan energi. Sebagai gantinya terpaksa tubuh memantfaatkan lemak untuk menghasilkan panas dan tenaga. Tanpa gula, pembakaran lemak tidak berjalan sempurna. Bau keton -senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam- pun menguar dari mulut Suyatno.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Itu tanda keracunan keton alias ketosis. Dampak keracunan keton, Suyatno muntah-muntah dan tegang. Jika bertambah buruk, dibarengi kekurangan kalium, menyebabkan koma, bahkan kematian.</span><br /><br /><link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CACER53%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml">     <strong>Minimnya insulin dari kebutuhan tubuh, menurut Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Apt., guru besar Farmasi Universitas Indonesia, penyebab utama munculnya diabetes</strong>. Kadar normal insulin dalam darah 3-20. Hormon itu berperan mengatur kadar gula darah. Jika kadar gula darah melebihi normal, ginjal ikut mengeluarkan gula bersamaan dengan urine.<br /><br />  Gula menarik cairan sehingga volume air kemih berlebihan. Akibatnya, penderita kerap berurin. Karena kehilangan banyak cairan, penderita pun gampang haus. Di lain pihak, glukosa yang terbuang percuma bersama urine menyebabkan tubuh kehilangan energi. penderita penyakit yang ditemukan oleh seorang berkebangsaan Yunani Areteus (81-138 SM) itu, menjadi gampang lelah dan lapar.<br /><br />  <strong>Kolagen</strong><br /><br />  Tujuh tahun sudah penyakit kencing manis itu tak kunjung sembuh, meski ditangani serius. Pada Mei 2008, Suyatno mendapat informasi khasiat teripang. Sejak itulah pria kelahiran 14 Oktober 1936 itu rutin mengkonsumsi ekstrak teripang. Dosisnya 2 sendok makan 3 kali sehari. Ekstrak teripang ia konsumsi sejam setelah obat dokter. Namun, 2 bulan berselang gula darah puasanya justru anjok : 80 mg/dl; kadar normal : 126 mg/dl.<br /><br />  Suyatno kemudian &ldquo;bereksperimen&rdquo; hanya mengkonsumsi ekstrak teripang, obat doktcr dikesampingkan. Dosisnya tetap 2 sdm 3 kali sehari. Dua bulan kemudian ayah empat anak itu memeriksakan diri ke dokter. Hasilnya, kadar gula darahnya normal: sebelum makan 113-115 mg/dl dan setelah makan 125-137 rng/dl.<br /><br />  Teripang ampuh menurunkan kadar gula darah karena mengandung minimal 11 asam amino. Kesebelas asam amino itu adalah :<br /><br />  <ul><li style="">miristat,</li><li style="">palmitat,</li><li style="">palmitoleat,</li><li style="">stearat,</li><li style="">pleat,</li><li style="">linoleat,</li><li style="">arakhsidat,</li><li style="">eicosapantaenat,</li><li style="">behenat,</li><li style="">erusat, dan</li><li style="">dokosaheksacnat.</li></ul>  Kandungan asam eicosapentaenat (EPA) dan asam dokosaheksannat (DHA) relatif tinggi, masing-masing 25,69% dan 3,69%. Nilai EPA besar menandakan kecepatan teripang dalam memperbaiki jaringan rusak dan menghalangi pembentukan prostaglandin penyebab radang tinggi.<br /><br />  <strong>Teripang juga kaya protein, mencapai 82%. Menurut Dr Muhammad Ahkam Subroto, Msc. AppSc APU. periset Puslit Bioteknologi LIPI, teripang baik dikonsumsi penderita diabetes</strong>. Dari jumlah protein itu 80% berupa kolagen. Protein tinggi itu berperan meregenerasi sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Akibatnya, produksi insulin meningkat.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">(Faiz Yajri)</span><br /></div><hr  style=" clear: both; visibility: hidden; width: 100%; "></hr><div  class="paragraph" style=" text-align: justify; "><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Lepas dari Jeratan si Manis -<strong>Trubus 468 &ndash; November 2008</strong></span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Teripang Kendalikan Tumor Rahang]]></title><link><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/teripang-kendalikan-tumor-rahang.html]]></link><comments><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/teripang-kendalikan-tumor-rahang.html#comments]]></comments><pubDate>Fri, 16 Oct 2009 08:10:21 -0800</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/teripang-kendalikan-tumor-rahang.html</guid><description><![CDATA[ [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div ><!--BLOG_SUMMARY_END--></div><span  style=" z-index: 10; float: left; position: relative; "><a><img src="http://www.biofirpusat.com/uploads/2/1/7/1/2171517/8318615.jpg" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 5px; border-width:1px;padding:3px;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><div style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -0px; margin-bottom: 0px; text-align: center;"></div></span><div  class="paragraph" style=" text-align: justify; display: block; "><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Trubus 473 &ndash; April 2009</span><br><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"><br>Sri Rejeki harus merelakan 6 giginya dipaksa tanggal dalam waktu bersamaan. Itu setelah dokter mendiagnosis rahang atas Sri positif tumor. Perempuan 35 tahun itu teringat peristiwa 30 tahun lampau. Saat berusia 10 tahun ia terjatuh keras ke gorong-gorong di dekat rumahnya. Rahangnya bergeser. meski akhirnya sembuh. Tak jelas apakah tragedi masa lalu itu sebagai pemicu tumor rahang alas.<br><br></span><link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CACER53%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml">     <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Yang jelas pada Februari 1992 ia merasakan sakit gigi dan muncul sebongkah daging di langit-langit mulut. Dua bulan berselang, benjolan itu membesar seukuran 4 kali kelereng. Bukan hanya itu, nyeri hebat di kepala ia rasakan. Perempuan kelahiran 29 Agustus 1974 itu hanya bisa terbaring. &ldquo;Malu jika keluar rumah karena muka saya seperti bengap, seperti dipukuli orang,&rdquo; kata Sri.</span><br><br><link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CACER53%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml">     <strong>Tumor lagi</strong><br><br>  Menyembunyikan penderitaan tak mengatasi masalah. Oleh karena itu ia mendatangi dokter spesialis bedah mulut. Saat itulah dokter mendiagnosis Sri positif ameloblastoma alias tumor pada rahang kiri. Dokler menyarankan agar ia opname uniuk pengambilan tumor. Sebelum operasi, dokter mencabut 6 gigi geraham Sri. Tujuannya memudahkan pengangkatan tumor.<br><br>  Usai operasi, ia mengenakan gigi palsu. Operasi lancar dan nyeri pun hilang, Wajah Sri kembali seperti semula, tak lagi bengap. la kembali menjalani aktivitas sehari-hari menjadi pedagang kelontong di Penggilingan, Jakarta Timur. Sri Rejeki tentu bungah bisa mengais rezeki kembali. Namun, petaka itu kembali datang. Tumor datang lagi 10 tahun usai Sri menjalani operasi.<br><br>  Pada 2003 giliran rahang kiri belakang yang terserang tumor. &ldquo;Rasa sakitnya lebih parah dibanding sebelumnya.&rdquo; kata Sri. Dengan wajah menggembung hingga bawah mata, ia pun mendatangi dokter spesialis bedah mulut. Seluruh rahang kirinya mesti diangkat untuk pengambilan tumor. Saat jam operasi tiba, Sri berubah pikiran: membatalkan operasi. la takut suaranya berubah menjadi sengau sebagai efek samping operasi.<br><br>  Sri lebih memilih menggunakan beragam, herbal seperti mahkota dewa. Ia mendidihkan 100 gram mahkota dewa kering dalam dua gelas air. Ramuan itu memang membuat, tumornya tak membesar, tetapi tak juga mengecil. la juga berpantang beberapa jenis makanan. Bahan pangannya hanya ubijalar dan singkong lunak karena mulut Sri sulit mengunyah bahan pangan lain.<br><br>  <strong>Pecah</strong><br><br>  Jalan kesembuhan terkuak ketika sang kakak menyarankan ekstrak teripang berbentuk jelly. Mulai September 2008 Sri rutin mengkonsumsi sesendok ekstrak teripang 2 kali sehari. la juga menelan 10 tablet spirulina sekaligus sehari setelah makan. Perubahan pertama yang ia rasakan usai konsumsi teripang-spirulina itu adalah tidurnya nyenyak. Sebelum konsumsi ia kerap terjaga. Selain itu sakit kepala yang kerap kali datang mulai berkurang.<br><br>  Dua bulan kemudian, ketika bercermin, Sri kaget melihat mulutnya penuh darah. la terhenyak panik. Namun.setelah mengetahui benjolan besar di rahangnya pecah, ia tenang. Benjolan pecah itu diikuti dengan mengempisnya wajah yang menggembung. Setelah 3 bulan ia sudah bisa mengunyah berbagai makanan dan nafsu makannya pun meningkat. Itu terlihat dai bobot tubuhnya, dari 65 kg menjadi 77 kg.<br><br>  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Menurut Abdul Latif dari Departemen Bedah Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, ameloblastoma bersifat jinak, tumbuh lambat, dan penyebarannya ke stroma jaringan ikat. Tumor bakal kambuh bila operasi tidak sempuma- Ameloblastoma bisa tumbuh lagi setelah pencabutan gigi. pengangkatan kista, dan intasi rongga mulut.</span><br></div><hr  style=" clear: both; visibility: hidden; width: 100%; "></hr><span  style=" position: relative; float: left; z-index: 10; "><a><img src="http://www.biofirpusat.com/uploads/2/1/7/1/2171517/1149712.jpg" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 5px; border-width:1px;padding:3px;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><div style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -0px; margin-bottom: 0px; text-align: center;"></div></span><div  class="paragraph" style=" text-align: justify; display: block; ">Ameloblastoma, tumor di rahang bersifat jinak dan tumbuh lambat. Efeknya pembengkakan yang menyebabkan bentuk wajah berubah<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Ameloblastoma menyerang semua kelompok usia. terutama pada 40-50 tahun. Orang yang terserang ameloblastoma jarang menunjukkan gejala khas sehingga tumor itu jarang terdiagnosis dini. Ukuran pembengkakan akibat ameloblastoma bervariasi sehingga menyebabkan bentuk wajah berubah.<br /><br /></span><link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CACER53%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml">     Ekstrak teripang ampuh mengatasi ameloblastoma? Begitulah pengalaman empiric Sri Rejeki. Satwa laut itu terbukti antitumor dan antikanker sebagalmana riset ilmiah Jaime Rodriguez, periset dari Fakultas Kimia, Universidad de Santiago de Compostelo. Spanyol. itu mengekstrak 300 teripang dalam pelarut metanol. Dalam uji praklinis. ekstrak teripang aktif membunuh set heLa (tumor rahim) dan B-18-Fl (melanoma).<br /><br />  Senyawa yang berperan adalah glikosida yang bersitat antitumor dan antikanker. Teripang mengandung 0.93 g glikosida. Kandungan glikosida dalam teripang terdiri atas 40 mg holothunnoside A ; 9 mg holothunnoside B ;15 mg holothunnoside C ; 10 mg holothurinoside D ; dan 20 mg holothurin A. Kelima senyawa itulah yang terbukti efektif menggempur tumor.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">(Vina Fitriani)</span><br /></div><hr  style=" clear: both; visibility: hidden; width: 100%; "></hr><div  class="paragraph" style=" text-align: justify; "><strong><span style="font-size: 12pt;">Sri rejeki tak sepakat dengan syair lagu yang dilantunkan penyanyi Hamdan ATT. &ldquo;Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati ini, biar tak mengapa&hellip;&rdquo; enam giginya dicabut sekaligus menyisakan sakit tak terperi.</span></strong></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Hewan Samudera Penakluk Kanker Payudara]]></title><link><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/hewan-samudera-penakluk-kanker-payudara.html]]></link><comments><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/hewan-samudera-penakluk-kanker-payudara.html#comments]]></comments><pubDate>Fri, 16 Oct 2009 07:35:14 -0800</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/hewan-samudera-penakluk-kanker-payudara.html</guid><description><![CDATA[Buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah itu berlaku bagi istirochah. Dua puluh tahun lampau sang bunda, maemunah, mengembuskan napas terakhir gara-gara kanker payudara. Kanker serupa menyambangi dirinya, istirochah divonis mengidap kanker payudara stadium III-B.  Ajal pun seakan di pelupuk mata. Kejadian berawal pada 2004. Saat itu Ismet yang baru saja menikahi Isti-panggilan akrab Ist [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div ><!--BLOG_SUMMARY_END--></div><div  class="paragraph" style=" text-align: justify; ">Buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah itu berlaku bagi istirochah. Dua puluh tahun lampau sang bunda, maemunah, mengembuskan napas terakhir gara-gara kanker payudara. Kanker serupa menyambangi dirinya, istirochah divonis mengidap kanker payudara stadium III-B.<br /><br />  Ajal pun seakan di pelupuk mata. Kejadian berawal pada 2004. Saat itu Ismet yang baru saja menikahi Isti-panggilan akrab Istirochah-mendapati benjolan dengan diameter 5 cm di payudara kiri sang istri tercinta. Benjolan tersebut menurut penuturan Isti sudah ada sejak beberapa tahun sebelumnya. Kaget, Ismet pun segera membawa Isti ke dokter. Warga Semarang Timur itu menolak, mafhum trauma kehilangan sang bunda akibat kanker payudara masih membekas kuat dalam ingatannya.<br /><br />  Ketakutan itu membuat ia hanya bisa pasrah. &lsquo;Mendengar kata dokter saja ia takut,&rsquo; tutur Ismet. Ismet pun lantas memberikan pengobatan herbal china pada sang istri, berupa godogan serta kapsul yang rutin dikonsumsi 3 kali sehari. Selang 4 tahun benjolan itu mengempis menjadi 2-3 cm. Ismet merogoh kocek hingga keluar Rp15-juta untuk pengobatan itu. Toh, ternyata tidak memberi kesembuhan. Memasuki 2008, rasa sakit malah pindah ke payudara kanan serasa ditusuk jarum diiringi rasa panas menyengat. Puncaknya pada Februari 2009, payudara kanan Isti pecah dan menyisakan dua lubang selebar 10 cm dan dalam 10 cm. Pinggiran lubang menghitam dan bau busuk pun menguar.<br /><br />  <strong>Bech de mer</strong><br /><br />  Menyaksikan kondisi istri tercinta yang merana, Ismet memaksa Isti kembali memeriksakan diri ke dokter. Hasilnya: Isti positif kanker payudara stadium IIIB. Ia pun lantas menjalani kemoterapi seminggu sekali dan mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter. Namun, bukan kesembuhan yang didapat, malah efek samping kemoterapi mulai terlihat: rambut rontok dan nafsu makan hilang. Selain itu kesulitan tidur pun makin menjadi. Tak heran kondisi fisik Isti anjlok dan hanya mampu terbaring pasrah di tempat tidur.<br /><br />  Dalam kepasrahan, secercah harapan muncul. Tetangganya, Ani Widianingsih, yang prihatin menyaksikan kondisi Isti menyarankan konsumi gamat. Isti menurut, dosis ekstrak teripang 3 kali 2 sendok makan per hari rutin dikonsumsi dan tambahan 1 sendok makan setiap jam. Selain itu ia mengasup spriulina 2 kali 5 tablet per hari. Berkat obat-obatan berbahan baku dari samudera inilah Isti bisa tidur nyenyak. &lsquo;Padahal baru 4 hari minum, tapi kondisi tubuh membaik,&rsquo; ungkap Isti.<br /><br />  Untuk mengobati luka yang menganga, Isti memasukkan ekstrak teripang dan menutupnya dengan kain kasa. Kain kasa sebelumya diolesi ekstrak bech de mer-sebutan teripang di Perancis. Demikian juga pinggiran lubang yang menghitam diolesi ekstrak gamat. Perawatan ini dilakukan rutin 2 kali sehari, pagi dan sore. Selang sebulan kulit yang menghitam di sekitar luka mulai membaik. Pun tonjolantonjolan daging berwarna kemerahan mulai menghiasi payudaran Isti yang berlubang. Terakhir, 13 Agustus 2009, tonjolan-tonjolan daging itu sudah memenuhi lubang payudara. &lsquo;Tonjolan daging sekarang mulai menutupi lubang yang menganga,&rsquo; ungkap Isti.<br /><br />  Puas dengan kemajuan yang dicapai, Isti pun melanjutkan konsumsi. Rehabilitasi sel Keampuhan gamat mengikis kanker ternyata karena kandungan philipnosidenya. Senyawa terpen itu sebagai antitumor. Itu dibuktikan hasil riset Tong Y dari Divisi Farmakologi Antitumor, Shanghai, China. Ia mengisolasi 2-10 mililiter philipnoside A dari gamat, lalu disuntikkan pada aorta tikus pengidap kanker. Hasilnya, sel kanker pada tikus tidak membentuk pembuluh darah mikro baru. Akhirnya sel mati karena tak mendapat pasokan nutrisi.<br /><br />  Sedangkan hasil riset Jaime Rodriguez dari Fakultas Kimia, Universitas Santiago, Spanyol membuktikan bahwa teripang mengandung 0,93 g glikosida yang terdiri dari holothurinoside A, B, C, dan D dengan jumlah masing-masing 40 mg, 9 mg, 15 mg, dan 10 mg. Itu masih diimbuhi 20 mg holothurin A. Semuanya bersatupadu aktif menggempur kanker. Sementara kemampuan gamat dalam meregenerasi sel, menurut dr Luluk Zulfa Agustina dari Pati, aktif merehabilitasi sel-sel yang rusak akibat terjangan kanker.<br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">(Faiz Yajri)</span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Kemungkinan adanya kandungan anti HIV pada Teripang / Gamat]]></title><link><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/khasiat-di-balik-resep-datuk.html]]></link><comments><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/khasiat-di-balik-resep-datuk.html#comments]]></comments><pubDate>Sat, 10 Oct 2009 07:31:45 -0800</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/khasiat-di-balik-resep-datuk.html</guid><description><![CDATA[Trubus Edisi: Minggu, 02 Juli 2006 17:18:47  Kemungkinan adanya kandungan anti-HIV pada teripang  Itu membuat Hassan Yaacob, dosen Universitas   Malaya, Malaysia te [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div ><!--BLOG_SUMMARY_END--></div><div  class="paragraph" style=" text-align: justify; "><strong style="color: rgb(39, 14, 243);"><span style="font-family: Verdana;">Trubus Edisi: Minggu, 02 Juli 2006 17:18:47</span></strong><br /><br />  <strong style="color: rgb(39, 14, 243);"><span style="font-family: Verdana;">Kemungkinan adanya kandungan anti-HIV pada teripang</span></strong><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Itu membuat Hassan Yaacob, dosen Universitas   Malaya, Malaysia terheran-heran. Sembilan tahun belajar Farmakologi klinis di Inggris tak kunjung menemukan jawaban atas fenomena itu. Oleh karena itu, ketika tiba di Kualalumpur, ia membawa rebusan 5 teripang ke laboratorium. Di sanalah ia membuat percobaan.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Tiga kelompok kelinci masing-masing terdiri atas 5 ekor disayat hingga menimbulkan luka sepanjang 10 cm. Luka sayat pada kelompok pertama diolesi air rebusan teripang; kelompok ke-2, yodium; kelompok ke-3, tanpa perlakuan. Air rebusan teripang dan yodium diberikan 3 kali sehari. Dua hari berselang, luka kelompok pertama mengering; kedua tetap basah; ke-3, terinfeksi.</span><br /><br />  <strong><span style="font-family: Verdana;">Asam amino</span></strong><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Riset yang ditempuh Hassan Yaacob merupakan penelitian pertama yang mengungkap khasiat gamat-sebutan teripang di Malaysia. Setelah itu peneliti-peneliti lain berbondong-bondong menyingkap tabir gamat pada 1995. Di Universitas Kebangsaan Malaysia, misalnya, Prof Ridzwan Hashim menemukan bukti sahih, teripang Holothuria atra, H. scabra, dan Bohadshia argus memiliki efek antibakteri. Ketiga anggota famili Holothuriidae itu juga terdapat di perairan Indonesia.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Dalam riset itu Ridzwan menggunakan jasa bakteri Streptococcus faecalis penyebab pembengkakan lapisan dalam jantung, S. viridans perusak katup jantung, S. pneumoniae penyebab radang paru-paru dan sinusitis akut, Staphylococcus aureus penyebab meningitis, dan Proteus mirabilis penginfeksi luka. Total jenderal ada 7 bakteri yang diuji pada riset itu. Para makhluk superliliput itu terbukti terhambat pertumbuhannya setelah diberi ekstrak teripang.<br /> Gamat menjadi khazanah kami untuk pengobatan alami, ujar Prof Zaiton Hassan, peneliti dari Departemen Ilmu Pangan, Universitas Putra Malaysia, Malaysia, ketika diwawancarai Trubus. Lebih dari 10 penelitian dibiayai oleh pemerintah Malaysia untuk mengeksplorasi potensi teripang sebagai penyembuh. Zaiton bersama M. A Kaswandi dari Universitas Kebangsaan Malaysia meneliti kandungan asam lemak teripang Stichopus chloronotus.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Penelitian selama setahun itu mengungkap <strong><span style="font-family: Verdana;">11 asam amino pada teripang</span></strong>: miristat, palmitat, palmitoleat, stearat, oleat, linoleat, arakhsidat, eicosapentaenat, behenat, erusat, dan docosahexaenat. Asam lemak itulah yang diduga mempercepat penyembuhan luka luar maupun dalam.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Kandungan <strong><span style="font-family: Verdana;">asam eicosapentaenat (EPA)</span></strong> dan <strong><span style="font-family: Verdana;">asam docosahexaenat (DHA</span></strong>) <strong><span style="font-family: Verdana;">relatif tinggi</span></strong>, masing-masing 25,69% dan 3,69%. Nilai EPA besar menandakan kecepatan teripang memperbaiki jaringan rusak dan menghalangi pembentukan prostaglandin penyebab radang tinggi. Sedangkan DHA, asam lemak utama pada sperma dan otak, serta retina mata. Asupan DHA tinggi dapat menurunkan trigliserida darah penyebab penyakit jantung. Kekurangan DHA menyebabkan penurunan serotin otak pemicu penyakit alzeheimer dan depresi.</span><br /><br />  <strong><span style="font-family: Verdana;">Tulang dan sendi</span></strong><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Li Z, Wang H dan Zhang G dari Shanghai Institute of Hematology, Shanghai Second Medical University, China mengungkap teripang antipenggumpalan dan pembekuan darah. Itu lantaran adanya senyawa glikosaminoglikan. Pada konsentrasi 5 mikrogram/ml, glukosaminoglikan mampu menyembuhkan stroke iskemik otak dan penyakit jantung iskemik. Kinerjanya dengan menghambat aktivitas pembekuan darah melalui penghambatan monomer fibrin dan meningkatkan aktivitas plasmin. Plasmin, enzim pengurai protein plasma darah yang menurunkan kekentalan darah. Itu terjadi saat pelukaan sehingga darah membeku.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Teripang juga memperkokoh tulang dan sendi. Kandungan kondroitin sulfat mencegah pengeroposan sendi pembuat radang. Senyawa itu memperbaiki dan membangun kembali tulang rawan, pembentuk sendi yang terkikis akibat kecelakaan, benturan, dan kelebihan bobot badan tanpa efek samping. Itu sebabnya pemerintah Australia dan Selandia Baru mengizinkan penggunaan teripang sebagai penyembuh radang sendi dibanding obat-obatan kimia.<br /> Tulang kuat karena ketersediaan kolagen dalam tubuh memadai. Menurut Prof Dr Ridzwan Hashim teripang mengandung 86% protein yang mudah diuraikan enzim pepsin. Dari jumlah itu sekitar 80% berupa kolagen. Itu sebagai pengikat jaringan dalam pertumbuhan tulang dan sendi. Dalam pertumbuhan tulang, suplemen kalsium saja tidak cukup lantaran tulang terdiri dari kalsium fosfat dan kolagen sebagai pengisi. Tanpa kolagen tulang menjadi rapuh dan mudah pecah. Sebaliknya bila tanpa kalsium, tulang akan kenyal seperti karet. Selain merawat tulang dan sendi, kolagen bersama keratin bertanggungjawab terhadap kekenyalan kulit.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Kandungan kolagen tubuh berkurang sejalan dengan penuaan. Lantaran kurang asupan protein, kulit mengeriput. Menurut Yong-Xing dari Institute of Gerontology of Shanghai Huading  Hospital, Cina, penuaan harus diimbangi pemberian zat gizi. Tujuannya peningkatan kemampuan menghadang infeksi sel tumor dan penurunan kapasitas antioksidan.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Berkurangnya antioksidan meningkatkan jumlah oksigen radikal bebas penyebab rusaknya jaringan tubuh. Teripang, memiliki sel pembunuh alami terhadap sel asing, tumor, dan meningkatkan superoksida dismutase. Superoksida dismutase, antioksidan penurun radikal bebas perusak kulit, pelindung kerusakan DNA, dan denaturasi protein.</span><br /><br />  <strong><span style="font-family: Verdana;">Anti-HIV</span></strong><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Peneliti di dunia terus menggali potensi teripang untuk mengatasi penyakit maut, termasuk AIDS. Hal itu dilakukan Elizabeth E. Gana dan Dr Florina E. Merca dari Universitas Los Banos, Filipina. Penelitian pada akhir 2002 itu mengungkap teripang cokelat bergenus Holothuria mengandung lektin, protein tanpa kekebalan yang berinteraksi dengan gula, tetapi tidak menyatu menjadi produk baru. Senyawa itu mirip jakalin, lektin tumbuhan penghambat perkembangbiakan sel HIV. Ia bekerja dengan cara menggumpalkan sel jahat yang masuk dan menghancurkannya.</span><br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;">Bagaimana dengan riset teripang di Indonesia? Penelitian kandungan biokimia teripang di Indonesia belum berkembang, ujar Drs Prapto Dharsono MSc, ahli echinodermata Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi. Sebab, belum banyak yang mengolah teripang menjadi obat. Padahal, Indonesia termasuk negara terbanyak jumlah dan ragam teripang. Karena itulah penelitian obat alami berbahan teripang dari bahari Indonesia harus dimulai dari sekarang. (Vina Fitriani)</span></div><div ><div style="height: 0px; overflow: hidden; width: 100%;"></div><hr style="background-color:#777777; border:0pt none; color:#777777; height:1px; margin:0 auto; text-align: center; width:100%;"></hr><div style="height: 0px; overflow: hidden; width: 100%;"></div></div><div  class="paragraph" style=" text-align: center; "><a href="http://www.biofirpusat.com/gold-g.html"><span style="color: rgb(39, 14, 243);">Produk Gold Gamat</span></a>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <a style="color: rgb(39, 14, 243);" href="http://www.biofirpusat.com/new-biofirion-hitam-black-tourmaline.html">Biofirion Hitam</a> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <a style="color: rgb(39, 14, 243);" href="http://www.biofirpusat.com/informasi-dan-pemesanan.html">Cara Pemesanan</a></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Teripang / Gamat Kikis Tuntas Psoriasis (Sisik Ular)]]></title><link><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/teripang-kikis-sisik-ular.html]]></link><comments><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/teripang-kikis-sisik-ular.html#comments]]></comments><pubDate>Sat, 10 Oct 2009 07:29:19 -0800</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/teripang-kikis-sisik-ular.html</guid><description><![CDATA[Trubus, 07 Mei 2007  Stres dan sakit kepala yang mengawali hari-hari Marlita Sari sejak penceraian membawanya pada penderitaan baru. Bercak-bercak putih tiba-tiba saja terlihat di kulit kepala. Awalnya, wanita kelahiran Semarang, Jawa Tengah itu mengira kesalahan pengg [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div ><!--BLOG_SUMMARY_END--></div><div  class="paragraph" style=" text-align: justify; "><strong style="color: rgb(39, 14, 243);"><span style="font-family: Verdana;">Trubus, 07 Mei 2007</span></strong><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Stres dan sakit kepala yang mengawali hari-hari Marlita Sari sejak penceraian membawanya pada penderitaan baru. Bercak-bercak putih tiba-tiba saja terlihat di kulit kepala. Awalnya, wanita kelahiran Semarang, Jawa Tengah itu mengira kesalahan penggunaan shampo. Lama-kelamaan sisik di kepala itu menjalar ke seluruh punggung. Setelah 2 tahun barulah diketahui Marlita mengidap psoriasis.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Ketombe yang memenuhi kepala awalnya tak digubris Marlita. Sebab, sebagai sales obat-obatan, ia sering terpanggang terik sinar matahari. Akibatnya rambut sering lepek dan ketombe tumbuh subur. Kepala pun terasa gatal. Jika sudah begitu, kedua tangan Marlita tak pernah berhenti menggaruk. Setiap kali digaruk lapisan seperti kerak itu rontok dan menyisakan luka lebar. Tapi setiap dikelupas besoknya muncul lagi, kata wanita kelahiran 23 November 1951 itu.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Karena tidak tahan dengan penderitaan itu, Marlita memeriksakan ke dokter kulit. Dokter mendiagnosis hanya penyakit kulit biasa. Marlita diberi obat peredam gatal, obat tidur, dan salep. Sayang, kesembuhan bak fatamorgana. Setelah obat dikonsumsi, bukannya kesembuhan yang diperoleh, penyakitnya justru semakin parah. Bercak-bercaknya menjalar ke seluruh kepala.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Bahkan sekujur kaki melepuh kemerahan seperti luka bakar. Suhu badannya naikturun dan ia merasa kedinginan setiap saat. Sehari-hari Marlita berada di pembaringan, meski tak bisa memejamkan mata.</span><br /><br />  <strong><span style="font-family: Verdana;">Kulit ular</span></strong><span style="font-family: Verdana;"><br /> Sempat terpikir oleh bungsu dua bersaudara itu penyakitnya karena guna-guna. Berbagai jalan kesembuhan dicoba termasuk pengobatan alternatif. Jamu dan beberapa obat tradisional yang disarankan rekan-rekan tak segan ia konsumsi. Marlita pernah rutin mengoleskan buah nyamplung yang ditumbuk dan dicampur minyak kelapa selama satu bulan. Begitu juga mengkonsumsi daging dan abon ular serta kadal. Namun semua usahanya itu tak bisa mengatasi penderitaan Marlita.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Setelah 2 tahun bergelut dengan penyakit aneh itu, bercak-bercak putih mulai ditemukan di siku kiri. Rasanya gatal sekali dan panas, ungkap Marlita. Makanya ia langsung berobat ke dokter spesialis kulit di Bandung. Diagnosis dokter: psoriasis. Saat itu, penyakit psoriasis masih tergolong jarang didengar. Menurut dokter penyebab utamanya stres berkepanjangan. Untuk kesembuhan hanya perlu kebahagiaan dan ketenangan hati.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Berbekal saran dokter itu, Marlita mencoba berdamai dengan penyakitnya. Selama lebih dari 20 tahun, ia berhati-hati dengan emosinya. Sedikit saja khilaf lantaran terlalu banyak pikiran, ketombe mulai tumbuh dan mengerak. Jika sudah begitu, Marlita hanya meringis perih. Hingga akhirnya pada pertengahan Desember 2006 lalu ia membaca sebuah tulisan mengenai pengakuan penderita psoriasis sembuh dengan ekstrak teripang.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Marlita tertarik untuk mengkonsumsi. Setiap hari 3-4 sendok gamat-sebutan teripang di Malaysia-dikonsiumsi rutin selama sebulan. Namun, perubahan belum juga tampak kecuali Marlita bisa tidur pulas. Barulah setelah 2 botol habis, kerak-kerak ketombe di punggungnya meluruh.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Merasa cocok dengan gamat, Marlita tak hanya mengasup secara oral, tapi juga ekstrak gamat yang dioleskan ke seluruh tubuh. Kulit yang gatalnya luar biasa menjadi adem setelah diolesi salep gamat. Kini bercak-bercak psoriasis di tangan pun mulai berkurang dan kondisi tubuh Marlita jauh lebih baik.<br /> Psoriasis</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Menurut dr Benny Wiryadi dari bagian kulit-kelamin Rumahsakit Umum Cipto Mangunkusumo, Jakarta, penderita psoriasis lebih banyak orang kulit putih dan sangat jarang ditemukan pada suku Eskimo dan Indian. Penyakit yang berarti gatal dalam bahasa Yunani itu, gejalanya berupa kulit kemerahan disertai pembentukan sisik keperakan berlapis-lapis mirip sisik ular. Pembuluh darah di bawah kulit penderita psoriasis memang terlihat lebih banyak dan melebar. Bagian kulit paling luar menebal, produksi zat tanduk lebih banyak yang akhirnya menjadi sisik transparan bertumpuk, dan terlepas.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Mekanisme penyakit kulit itu hinggap di tubuh Marlita belum diketahui secara pasti. Para ahli kulit menduga psoriasis disebabkan emosi tak terkendali, garukan atau tekanan berulang, terlalu banyak menelan obat seperti antihipertensi dan antibiotik, serta mengoleskan obat keras ke kulit. Penyakit ini secara klinis sifatnya tidak mengancam jiwa, tidak menular.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Namun, lantaran bisa timbul di seluruh bagaian tubuh, penyakit itu mengganggu kenyamanan dan menurunkan mental seseorang. Kemampuan gamat mengatasi penyakit psoriasis disebabkan makhluk dasar laut itu tinggi protein, mencapai 86%. Asam amino penyusunnya mudah diuraikan oleh enzim pepsin sehingga mampu menembus jaringan mati. Dari jumlah protein itu, 80% adalah kolagen yang berperan sebagai pembersih dan penjaga kekenyalan kulit.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Teripang juga menstabilkan emosi lantaran berefek sedatif dan analgesik alami. Artinya teripang bersifat penenang. Penelitiannya dilakukan oleh Zury Azreen bin Azizul Rahman dari Sekolah Ilmu Kesehatan Malaysia. Makanya, asupan teripang membuat emosi Marlita lebih tenang sehingga gatal akibat psoriasis pun sirna.</span><br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;">(Vina Fitriani/ Peliput: Lani Marliani).</span></div><div ><div style="height: 0px; overflow: hidden; width: 100%;"></div><hr style="background-color:#777777; border:0pt none; color:#777777; height:1px; margin:0 auto; text-align: center; width:100%;"></hr><div style="height: 0px; overflow: hidden; width: 100%;"></div></div><div  class="paragraph" style=" text-align: center; "><a href="http://www.biofirpusat.com/gold-g.html"><span style="color: rgb(39, 14, 243);">Produk Gold Gamat</span></a>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <a href="http://www.biofirpusat.com/index.html"><span style="color: rgb(39, 14, 243);">Kembali Ke Hal Depan</span></a> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <a style="color: rgb(39, 14, 243);" href="http://www.biofirpusat.com/informasi-dan-pemesanan.html">Cara Pemesanan</a></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Sembuh dari Radang Paru-paru 50 % Telah Membusuk dan Diabetes 585 mg/dl Berkat Jelly Gamat]]></title><link><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/berlalunya-radang-paru-paru-sang-saudagar.html]]></link><comments><![CDATA[http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/berlalunya-radang-paru-paru-sang-saudagar.html#comments]]></comments><pubDate>Sat, 10 Oct 2009 06:40:48 -0800</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.biofirpusat.com/2/post/2009/10/berlalunya-radang-paru-paru-sang-saudagar.html</guid><description><![CDATA[Trubus Edisi: Nopember 2006, hal. 114  Pada malam yang kian menua, Suharmen Sultan Mudo justru terjaga. Dada terasa nyeri setiap kali ia batuk. Ia juga demam. Meski begitu keesokan harinya ia tetap bekerja menempuh perjalanan minimal 500 km. Dari Payakumbuh ke Padang a [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div ><!--BLOG_SUMMARY_END--></div><div  class="paragraph" style=" text-align: justify; "><strong style="color: rgb(39, 14, 243);"><span style="font-family: Verdana;">Trubus Edisi: Nopember 2006, hal. 114</span></strong><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Pada malam yang kian menua, Suharmen Sultan Mudo justru terjaga. Dada terasa nyeri setiap kali ia batuk. Ia juga demam. Meski begitu keesokan harinya ia tetap bekerja menempuh perjalanan minimal 500 km. Dari Payakumbuh ke Padang atau Riau sering ditempuhnya untuk memasok beragam kain.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Di perjalanan panjang itu Suharmen Sultan Mudo hampir tak pernah berhenti merokok. Sesekali minuman berenergi dikonsumsi. Namun, akhirnya pada Oktober 2003 pria 46 tahun itu ambruk. Ia menggigil, tubuh lemas, batuk berkepanjangan, dan nafsu makan hilang. Untuk mengatasi gangguan kesehatan itu ia hanya mengkonsumsi obat batuk yang banyak beredar di pasaran.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Sayang, sebulan berselang, kondisinya kian memburuk. Ia batuk darah. Keadaan itu mendorongnya menemui dokter spesialis paru-paru di Padang, Sumatera Barat. Ayah 4 anak itu menjalani beberapa pemeriksaan fisik. Ahli medis juga memasukkan jarum suntik pada sisi paru yang sakit. Tujuannya untuk mengetahui isi cairan.</span><br /><br />  <strong><span style="font-family: Verdana;">Pneumonia</span></strong><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Hasil pemeriksaan, jumlah leukosit &ndash;sel darah putih&ndash; melebihi batas normal, 10.000/ul. Paru-paru bernanah dan dahak mengandung mikroorganisme. Suharmen divonis mengidap pneumonia. Saat itu juga pria kelahiran 46 tahun lalu itu langsung menjalani operasi penanaman selang untuk penyedotan cairan dalam paru-parunya. &ldquo;Isinya sampai 1 botol air mineral besar (1.500 ml, red),&rdquo; kata Suharmen. Pengeluaran cairan berbau menyengat itu makan waktu 4 jam.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Celakanya Suharmen juga pengidap diabetes mellitus berkadar gula 585 mg/dl. Oleh karena itu ia menjalani rawat inap 2 minggu untuk penyembuhan diabetes. Menurut dokter pembusukan paru-paru juga diakibatkan tingginya kadar gula darah. Gula darah menjadi makanan bakteri penginfeksi radang paru-paru untuk berkembang biak, Untuk mengantisipasi 2 penyakit itu, 7 obat harus dikonsumsinya 3 kali sehari.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Dengan gula darah di atas 300 mg/dl, Suharmen diizinkan pulang, tapi selang tetap bertengger di paru-paru. Di ujung selang, botol infus menampung nanah. Ke mana pun ia pergi, botol infus ditaruh dalam saku celana. Sebab, cairan nanah tetap mengalir dari paru-paru. Setiap malam 50-100 cc nanah keluar dari organ pernapasan itu. Satu tahun berselang, bobot tubuh tinggal 37 kg dari sebelumnya 70kg. Suharmen kembali memeriksakan diri ke dokter spesialis paru-paru. Dokter kaget atas hasil tes laboratorium. Data menunjukkan 50% paru-paru Suharmen membusuk. Solusi yang ditawarkan dokter, amputasi paru-paru. Tujuannya agar kuman tidak menjalar. Paru-paru itu sedianya akan diganti plastik. Lantaran terimpit biaya, operasi urung dilakukan.</span><br /><br />  <strong><span style="font-family: Verdana;">Konsumsi Gamat</span></strong><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Kerabat dekat juga menolak operasi amputasi lantaran percuma. Sebab, &ldquo;Paru-paru utuh saja, pasti terengah-engah ketika berjalan menanjak. Apalagi hanya separuh,&rdquo; kata Suharmen mengulang perkataan Amril Anwar, kerabatnya itu. Amril menyarankan untuk mengkonsumsi ekstrak teripang 3 kali 2 sendok sehari untuk mengembalikan sel-sel paru-paru. Dua bulan rutin mengkonsumsi gamat &ndash;sebutan teripang di Malaysia&ndash; bau menyengat dari tubuh Suharmen hilang. Bobot tubuh bertambah 10 kg menjadi 47 kg. Batuk-batuk dan demam yang kerap menyertai tidurnya pun sirna.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Setahun kemudian pada Oktober 2005 kondisi tubuhnya kian membaik. Itu sebabnya ia kembali memeriksakan keadaan paru-paru. Tujuh puluh persen paru-paru telah kembali membentuk daging. Sedangkan kadar gula darah normal,160 mg/dl. Selang yang menggantung di kantongnya pun dilepaskan melalui operasi di Rumah Sakit Achmad Muchtar, Bukittinggi, Sumatera Barat.</span><br /><br />  <strong><span style="font-family: Verdana;">Menurut Prof. Dr. Faisal Yunus PhD</span></strong><span style="font-family: Verdana;">., ahli pulmunologi RS Persahabatan Jakarta, pneumonia merupakan radang paru-paru yang disebabkan mikroorganisme (bakteri, virus, cendawan, dan parasit). Bakteri yang umum adalah Streptococcus pneumoniae Staphylococcus aureus, Klebsiella sp, dan pseudomonas sp.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Proses peradangan menyebabkan jaringan paru berupa aveoli kantong udara dipenuhi cairan atau nanah. Akibatnya kemampuan paru sebagai tempat pertukaran oksigen terganggu. Kekurangan oksigen dalam sel-sel tubuh mengganggu proses metabolisme tubuh.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Faktor-faktor risiko terkena pneumonia, antara lain, infeksi saluran pernapasan atau (ISPA), usia lanjut, alkoholisme, rokok, kekurangan nutrisi, dan penyakit kronis menahun. Diduga, penyakit Suharmen berasal dari konsumsi minuman energi dan merokok tanpa henti.</span><br /><br />  <strong><span style="font-family: Verdana;">Regenerasi Sel</span></strong><span style="font-family: Verdana;">Bagaimana teripang membantu proses penyembuhan itu? Di Universitas Kebangsaan Malaysia, Prof. Ridzwan Hashim menemukan bukti sahih, teripang Holothuria atra, H. scabra, dan Bohadshia argus berefek antibakteri. Bakteri Streptococcus faecalis penyebab pembengkakan lapisan dalam jantung, S. varidasns perusak katup jantung, S. pneumoniae penyebab radang paru-paru dan sinusitis akut, Staphyloccus aureus penyebab meningitis, dan Proteus mirabilis penginfeksi luka, ampuh dibasmi teripang.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Hal itu sejalan dengan penelitian Nagarajappa dari Gene Lab, National Institute of Oceanography, Paula, Goa, India. Hasil pengujiannya terhadap larutan teripang menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumonia. Zat yang berpengaruh: tripsin dari hidrolisat gamat.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Sedangkan<strong><span style="font-family: Verdana;"> Subhuti Dharmananda dari Institut Pengobatan Tradisional, Portland, Amerika serikat</span></strong>, mengungkap zat teripang paling berpengaruh dalam penyembuhan penyakit paru-paru adalah asam lemak metiltetradekanoik penghambat kinerja enzim lipoksigenase. Enzim berupa 5-LOX inhibitor telah diaplikasikan berbagai penyembuhan penyakit pernapasan.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">&ldquo;Kemampuan regenerasi sel teripang cepat, makanya bisa mengobati berbagai penyakit,&rdquo; kata <strong><span style="font-family: Verdana;">dr. Pieter Pattinama, mantan direktur RS PGI Cikini, Jakarta</span></strong>. Kemampuan regenerasi itu lantaran gamat memiliki kandungan gizi lengkap, antara lain 9 jenis karbohidrat, 59 jenis asam lemak, 19 jenis asam amino, 25 komponen vitamin, 10 jenis mineral, dan 5 jenis sterol. semuanya bersatu padu membentuk kekebalan tubuh dan memperbaiki sel-sel rusak.</span><br /><br />  <span style="font-family: Verdana;">Kandungan kromium teripang juga membantu kinerja insulin untuk menurunkan diabetes. Caranya melalui penyerapan glukosa berlebih dalam darah dan menyedot glukosa masuk jaringan darah lebih cepat. Ini menyebabkan konsumsi teripang mencegah serta memulihkan penyakit diabetes mellitus. Itu sebabnya penyakit gula tinggi Suharmen lenyap dan pembusukan paru-paru terhambat. Gamat kemudian meregenerasi sel paru-paru sehingga penyakitnya pulih, walau membutuhkan waktu 2 tahun.</span><br /><br />  <span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;">(Vina Fitriani)</span></div><div ><div style="height: 0px; overflow: hidden; width: 100%;"></div><hr style="background-color:#777777; border:0pt none; color:#777777; height:1px; margin:0 auto; text-align: center; width:100%;"></hr><div style="height: 0px; overflow: hidden; width: 100%;"></div></div><div  class="paragraph" style=" text-align: center; "><a href="http://www.biofirpusat.com/gold-g.html"><span style="color: rgb(39, 14, 243);">Produk Gold Gamat</span></a>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <a href="http://www.biofirpusat.com/index.html"><span style="color: rgb(39, 14, 243);">Produk List</span></a> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <a style="color: rgb(39, 14, 243);" href="http://www.biofirpusat.com/informasi-dan-pemesanan.html">Cara Pemesanan</a></div>]]></content:encoded></item></channel></rss>

